Pada malam hari, saat jalanan sudah sangat sepi terdengar suara dua orang pria yang sedang bertengkar. Suara itu terdengar jelas dari dalam gang.

Jason : ”Apa maumu hah?”

Sam                : ”Berhentilah melakukan itu, atau   kau akan  dilenyapkan . Bahkan dengan tanganku sendiri.”

Jason             : ”Kau pikir siapa dirimu. (mengeluakan senapan) Sammy? (sambil memiringkan kepala)”

DOR!

Keesokan harinya, di markas kepolisian NYPD pukul 7pagi. Claire, Tom dan Jill mendapatkan tugas.

Claire : ”Abbey Road distrik 3, jasad pria ditemukan oleh seseorang yang sepertinya tinggal disana.”

Tom                : ”Kau?”

Claire             : ”Kirimkan saja semua foto yang kalian dapat di TKP.”

Jill                   : ”Baiklah, kami segera kesana.”

Sesampainya di TKP, Dr.Alice Wilkinson beserta ambulans sudah berada di sana pukul 7:20 pagi.

Tom                ”Tempat yang bagus untuk pembunuhan, diamana jasadnya sekarang?”

Jill                   : ”Jasadnya ada di sebelah sana (sambil berjalan) semula jasadnya berada di tong sampah.”

Tom                : ”(berjalan mendekati Dr.Wilkinson) Selamt pagi, opsor Jhonson (bersalaman)”

Jill                   : ”Opsir Brooke (bersalaman)”

Dr.Wilkinson : “Kami sudah memeriksa beberapa bagian, tapi selebihnya akan kami periksa di ruang otopsi.”

Tom                : “Kapan waktu kematiannya?”

Dr.Wilkinson : “Pukul 2 dini hari, orang ini mati karena ditembak. Tapi tidak ditemukan senapan di sekitar sini.”

Jill                   : ”Aku sudah mengirimkan semua foto kepada Claire.”

(berbicara kepada Tom)

 

Triiit Triiit (suara telepon)

 

Jill                   : “(mengangkat telepon) sedah menemukan sesuatu??”

Claire             : “Nama korban Samuel Baker, berusia 20 tahun dan tinggal disebuah apartemen di St.Peter lantai 7 nomor 702. Selebihnya kuberitahu nanti

Jill                       : “Baik, terima kasih.” (menutup telepon)

Tom                    : “Dia datang.” (menunjuk kearah selatan)

Jill                       : “Siapa?”

Tom                    : “Dennis Drew si detektif, beserta sang asisten, Nicole Bones.”

Dennis            : “Hai, opsir.”

Tom                    : “Ada apa, Drew?”

Dennis            : “Mungkin kami berdua bisa membantu. Siapa korban kali ini?”

Jill                       : “Samuel Baker, berusia 20 tahun. Mati tertembak. Kami baru
mempunyai ini.” (menyerahkan foto)

Dennis            : “Baiklah, terima kasih. Boleh kulihat jasadnya?”

Tom                             : “Silahkan.” (menunjukan mayat)

Dennis            : “(memeriksa mayat) Bawa mayat ini ke ruang otopsi”

Dr.Wilkinson : “Baik.”

Jill                   : “semua barang penting yang dibawa korban sudah kami simpan”

Nicole             : “Sekarang kita akan kemana?”
Apartemen Samuel Baker pukul 8:20 pagi

Nicole               : “Berantakan sekali apartemen ini.”

Tom                : “Sepertinya pelaku mendahului kita, dia sengaja melakukan ini untuk
menyembunyikan barang bukti.”

Dennis           : “Sepertinya tidak begitu, bahkan si pelaku mungkin tidak pernah
menginjakan kakinya di apartemen ini. (berjalan mendekati laptop)
orang pintar, kita butuh password. Segera ke markas, urusan kita selesai
di sini.”

Di sebuah gedung kosong pukul 8:30

Dick      : “Dari mana saja kau?”

Rachel : “Ada apa dengan baju mu?”

Jane     : “Apa itu darah?”

Jason               : “Aku membunuh Sam.”

Dick      : “Astaga! Apa yang kau pikirkan? Bagaimana jika Julie tahu?!”

Jason   : “Maka dari itu aku butuh bantuan kalian.”
(semua memijat kening)

Rachel : “Apa alasan kau membunuhnya?”

Jason   : “Kau tidak akan percaya jika kuceritakan.”

Dick      : “Kau mempunyai bukti untuk alasanmu?”

Jason               : “Sangat banyak.”

Jazz      : “Lalu, dimana kau membuang jasadnya?”

Jason               : “Saat itu aku panik, aku membuang jasadnya di pembuangan sampah
Abbey road distrik 3. Lalu aku pergi.

Casey   : “Tanpa menghilangka bukti?”

Jason   : “Sudah kubilang aku panik!”

Jazz      : “Polisi pasti sudah bergerak. Julie memang harus tahu.”

Dick      : “Seharusnya kau tidak gegabah (berbicara pada Jason) Ayo!”

Casey   : “Siapkan saja dirimu” (berjalan menuju ruangan diujung koridor)

Dar dar dar dar

Dick      : “Dick!”

Julie     : “Buka saja.”

Dick      : (membuka pintu)

Julie     : “Ada apa? Darah siapa yang menempel pada bajumu?” (menunjuk Jason)

Casey  : “Ceritakan semuanya, Jason!”

Jason               : “Sam itu Baker, dia menyamar, dia pelakunya! Aku mempunyai banyak
bukti Julie.”

Julie     : “(berdiri, berjalan kearah Jason, lalu mengangkat kerah Jason) Sejak kapan kau bekerja tidak profesional? Kau tau, seberapa bahaya tindakanmu? Kau akan hancur dan kami pun bernasib sama.(melepas kerah baju Jason) Sekarang bakar bajumu itu (menyentuh kerah baju Jason) bersama mayatnya. Dick, Cas, dan Jazz pergilah ke rumah si pak tua dan tembak kepalanya. Perintahkan yang lain untuk  membakar mayat Sam di ruang otopsi NYPD, dan kau (menunjuk Jason) kemasi barangmu.”

Markas NYPD pukul 8:50

Jill         : “Claire, kami membawa detektif Drew dan asistennya, Bones.”

Dennis : “Bisa kau selesaikan urusan ini?” (memberi laptop)

Claire   : “Baik. Ini data korban yang kau minta dan berkas dari tim forensik NYPD.”
(memberikan pada Tom)

Tom      : “Terima kasih.”

Dennis : “Bisa kau berikan itu padaku?”(mengambil berkas, dan membacanya)

Claire               :  “Aku menemukan ini.”(memberikan laptop)

Dennis : “Ini sebuah kode.”

*ini kodenya*

C[#1]2 _ C[#2]3 _ C[#1]1 _ C[#1]3 _ C[#2]2 _ C[#2]1 _ C[#1]1 _ C[#1]3 _ C[#2]2

Dennis : “(melihat deretan nomor di keyboard) tidak, bukan dari sini.”

Claire               : “Mungkin keypad ponsel?”

Nicole  : “Ini.” (menyerahkan ponsel)

Tom      : “Menurutmu huruf C dan tanda pagar sebanyak ini mempunyai maksud
apa?”

Dennis : “Setiap angka di ponsel memiliki alfabetnya, tidak mungkin semua kata
diawali dengan huruf C, jika ini merupakan pesan kematian…….”

Nicole  : “Mungkin C untuk Center?”

Jill         : “Maksudmu L untuk left dan R untuk right?”

Tom      : “Mengapa kau tidak langsung mencobanya.” (berbicara kepada Dennis)

Dennis : “Aku sedang berpikir mengenai tanda pagarnya (mengutak-atik ponsel)
Ini dia! (menunjukan ponsel)”

Claire               : “Black Jack?”

Dennis : “Ya. Kita harus menggali lebih dalam lagi tentang Samuel!”

Jill         : “Baik, aku dan Claire akan mencari kerabat terdekatnya.”

Dennis : “Aku akan pergi ke kediaman keluarga Baker bersama Nick.”

Tom      : “Dan aku akan mencocokan semua sidik jari yang ada.”

Kediaman keluarga Baker pukul 9:20 pagi

Ting Tong

Pelayan : “(membukakan pintu)”

Nicole    : “Bisa kami bertemu dengan Tuan Baker?”

Pelayan : “Maaf Tuan Baker tidak bisa menerima tamu hari ini. (menutup pintu)”

Dennis : “(menahan pintu, lalu mendorongnya) putranya tewas, kami harus
memberitahunya (menerobos masuk)”

Josh     : “Ada apa ini?”

Dennis : “Apakan anda Tuan Baker?”

Josh     : “Ya, benar.”

Dennis : “Saya detektif Drew dan ini asisten saya. Nicole Bones (bersalaman)”

Nicole  : “(bersalaman) ini mengenai putra anda, Tuan.”

Josh     : “Tunggu dulu, kalian dengar kata pelayan ku, bukan? Jadi, apapun urusan
kalian aku tidak peduli. Dan mengenai putraku, dia baik-baik saja.
Silahkan…..”

Nicole  : “Putra anda tewas tertembak pukul 2 dini hari di Abbey road distrik 3,
karena tertembak”

Josh     : “(duduk terdiam)”

Dennis : “Bisa kami mintai keterangan anda tentang Samuel?”

Josh     : “Sebenarnya.. dia meninggalkan rumah ini dua minggu yang lalu..”
(pandangan menerawang, dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan)
Dennis : “Apa kau mengetahui sesuatu tentang nama ‘Black Jack’?”

Josh      : “(membelalakan mata) mmm..ti-tidak, aku belum pernah
mendengarnya..”

Triiit triiit

Dennis : “Permisi (keluar rumah, mengangkat telepon)”

Tom      : Jason Blake. Sidik jarinya terdapat di kerah baju korban. Dia tinggal di
sebuah rumah mewah di Lincoln Street no 306. Dia pernah ditangkap
karena kasus pencurian besar, dan di bebaskan pada tanggal 26 Janurai
2011
.

Dennis : “Apakah dia terlibat dengan suatu organisasi?”

Tom      : Tidak, dia bekerja sendiri.

Dennis : “Hanya satu sidik jari??”

Tom      : Ya.

Dennis: “Baiklah, terima kasih opsir Jhonson (menutup telepon) Ayo Nick, aku sudah mendapatkan pelakunya.”

Josh     : “(Berdiri, terbelalak)”

Dennis : “Kami akan berusaha semampu kami. Terima kasih atas waktunya.”

Di kediaman Evelyn Thompson dengan waktu yang sama, pukul 9:20

Claire : “Saya opsir Mason, dan ini rekan saya, opsir Brooke. Bisa kami mintai
keterangan anda mengenai Samuel Baker?”

Eve     : “Oh ya, silahkan masuk (mempersilahkan duduk) Teh atau kopi?”

Jill       : “Tidak usah, kami tidak akan lama.”

Eve     : “Ada apa dengan Sam?”

Claire : “Dia tewas tertembak, hari ini pada pukul 2 dini hari.”

Eve     : “(terkejut, menutup mulut)”

Jill       : “Kuharap anda bisa bekerja sama dengan kami. Kami membutuhkan
informasi tentang Samuel sebanyak yang anda ketahui.”

Claire : “Anda tidak apa-apa??”

Eve     : “Tidak apa-apa. Sam dan aku sudah berteman lama, tapi sebulan terakhir
ini.. gerak-geriknya aneh. Jadi ku putuskan untuk menyelidikinya.”

Jill       : “Lalu, apa yang anda dapat?”

Eve     : “Saat itu tepatnya, seminggu yang lalu dia bercakap-cakap dengan
seseorang di telpon. Aku tidak tahu siapa orang itu. Mereka berbicara
tentang jadwal pengiriman. Setelah hari itu aku tidak menemuinya lagi.”

Claire : “Apakah anda mengetahui sesuatu tentang ‘Black Jack’??”

Eve     : “Aku pernah melihat nama itu di e-mail Sam, dia mengirimkannya
kepada.. (mengingat-ingat) Oh ya! Seorang wanita bernama Lisa Lock.”

Jill       :  “Apa yang ia kirimkan?”

Eve     : “Kalau tidak salah dia mengatakan ‘Black Jack dalam genggaman ku, kau
tidak perlu menyusup lagi’”

Claire : “Berarti sebuah organisasi.. Baiklah, urusan kita sudah selesai.”

Jill       : “Terima kasih, kami turut berduka cita.”

Eve     : “Ya, kuharap pelakunya segera tertangkap.”

Kediaman keluarga Baker pukul 9:25

Jazz     : “Drew sudah keluar, tunggulah aba-aba dari ku.”

Dick    : “Baik.”(menunggu)

Jazz    : “Sekarang!”

Ting tong

Pelayan  : (membuka pintu)

Dick         : “Paket untuk tuan Baker, tolong ditanda tangani.”

Pelayan  : “Tunggu (menutup pintu)”

Josh        : (membuka pintu, terbelalak)

Dick         : (mengeluarkan senapan) Hai.”

DOR!


Jazz      : “Cepat pergi dari sana! Casey berada di depan gerbang.”

Di rumah sakit pukul 9:25

Jane      : “Kau siap?”

Rachel   : “Semua siap.” (merapikan bahan-bahan)

Jane      : “ Pastikan keadaan sekitar aman.”

Rachel  : “Semua aman, CCTV di sekitar sini sudah ku rusak.”

Jane      : “Jasad tadi terbakar dengan baik kan?”

Rachel  : “Ya, tak ada satupun yang terlewatkan.”

Kriiing!!! (alarm kebakaran)

Jane      : “Ayo cepat, sebelum penyamaran kita terbongkar! (berlari keluar) Kita
harus segera ke bandara.

Markas kepolisian NYPD pukul 9:50

Jill       : “Seperti perintah mu Tom, kami mendapat banyak informasi dari Evelyn
Thompson.”

Claire : “Ya, dan kita akan mulai dari Lisa Lock. Sam mengirim sebuah e-mail
kepada wanita itu, isinya ‘Black Jack dalam genggaman, kau tidak perlu
menyusup lagi’”

Jill       : “Dan kami menyimpulkan bahwa ‘Black Jack’ adalah sebuah organisasi.
Dan seminggu yang lalu Sam menghubungi seseorang, mereka
membicarakan jadwal pengiriman. Kemungkinan orang itu adalah Lisa
Lock.”

Tom    : “Baiklah, kita akan memeriksa ponsel Sam (mengambil ponsel, dan
memeriksa daftar panggilan) Ini dia, Lisa Lock, Selasa 12 Oktober 2011
pukul 3 dini hari.”

Jill       : “(mencari data di komputer) Lisa Lock tinggal di St. Locus no 29.”

tap tap tap

Dennis : “Rumah Blake kosong, seseorang melihatnya pergi dengan membawa
kopor. Dan sepertinya ada yang ditutupi oleh Josh Baker”

Nicole   : “Bisa tolong cek bandara terdekat dari rumah Jason Blake dan
penerbangan tercepat.”

Jill         : “Bandara Atlas pukul 10.20 menuju Chicago. Waktu kita hanya 20 menit
untuk mengejarnya.”

Tom      : “Aku akan mengejarnya.” (berlari keluar)

Claire   : “Aku mendapat kabar, Josh Baker tewas. Jasad Sam dan hampir setengah
gedung rumah sakit terbakar. Tidak ada yang terluka pada kejadian  ini,
untunglah mereka masih bisa mengirim satu tim forensik ke TKP. Aku akan mencari tahu tentang Lisa Lock!”

Jill          : “Baiklah, aku akan ke TKP.”

Nicole    : “Kami ikut denganmu!”

Kediaman keluarga Baker pukul 10:10

Jill                    : “Selamat siang Dr. Wilkinson.” (bersalaman)

Dr.Wilkinson : “Selamat siang.” (bersalaman)

Nicole              : “Apa tim forensik bisa melakukan otopsi di sini?”

Dr.Wilkinson : “Bisa, kami akan berusaha semampu kami.” (beranjak pergi)

Dennis             : “Oh ya, Siapa Lisa Lock?”

Jill                    : “Wanita yang Sam kirimi e-mail mengenai Black Jack dan seminggu
yang lalu tepatnya hari selasa 12 Oktober 2011, Sam
menghubunginnya

Dennis             : (berpikir sejenak)

Triiiit triiit

 

Jill                    : “Permisi.” (mengangkat telepon)

Claire              : Lisa Lock tidak ada di rumahnya, menurut warga sekitar dia sangat
tertutup.

Jill                    : “Sekarang kau akan ke mana?”

Claire              :  Aku akan mengecek gedung rumah sakit yang terbakar.

Jill                    : “Baiklah, terima kasih atas informasinya.” (menutup telepon)

Dennis             : “Ada apa?”

Jill                    : “Lisa Lock tidak ada ti tempat, dia tidak pernah berkomunikasi
dengan warga sekitar selama tinggal di sana.”

Tat tap tap

Anna                 : “Opsir Brooke?”

Jill                   : “Ya? Ada apa?”

Anna              : “Saya agen Greyson.”

Jill                   : “Ya, dan ini adalah detektif Drew.”

Dennis           : “Bisa tolong jelaskan kedatangan anda kemari?” (menyambut salaman Anna)

Anna              : “(bersalaman) Sejak sebulan yang lalu kami menyelidiki Josh
Baker, dia diduga melakukan penyelundupan narkotika
besar-besaran. Kami mengirim 2 orang agen untuk menyusup
kerumahnya. Tapi salah satu agen kami dibunuh, bukan oleh Josh
Baker. Dan pembunuhnya belum diketahui sampai sekarang.

Dennis              : “Apakah salah satunya bernama Lisa Lock?”

Anna                 : “Ya, benar! Tapi nama aslinya adalah Eli Turner.”

Dennis              : “Baik, terima kasih atas informasinya.”

Anna              : “Terima kasih juga atas kerja sama anda sekalian.” (beranjak pergi)
(Dennis, Nicole dan Jill berjalan mendekati jasad Josh)

Nicole             : “Kapan waktu kematiannya, dokter?”

Dr.Wilkinson : “pukul 9:25” (sambil memeriksa mayat)

Dennis           : “Astaga! Mengapa aku tidak menyadarinya. Itu 5 menit setelah
kami pergi dari rumah ini!”

Nicole             : “Tapi aku bingung, mengapa mereka harus membakar mayat
Samuel?”

Triiit triiit

 

Jill                    : (mengangkat telepon)

Tom                 : Jason sudah kutangkap, kalian dimana sekarang?

Jill                    : “Dikediaman Baker, Josh dibunuh, dan rumah sakit dibakar bersama
mayat Sam.”

Tom                : Ini semakin membingungkan saja, apa yang kau dapat di sana?

Jill                   : “Kesimpulannya, ini semua merupakan perbuatan Black Jack.”

Tom                  : Kita bicarakan selebihnya di markas. Cepat. (menutup telepon)

Dennis           : “Kebakaran itu hanya untuk pengalihan saja dan pembunuhan ini untuk, membungkam mulut Josh. Kita harus segera ke markas!”

Bandara Atlas pukul 10:10

Julie   : “Kita akan berpencar.” (member tiket)

Casey : “Bagaimana dengan Jason?”

Jane   : “Apa dia sudah berada di pesawat?”

Julie               : “Dia tertangkap, kita harus segera pergi.”

Dick                 : “Penerbangan menuju Berlin sekitar 1 jam lagi, mana mungkin aku
menunggu selama itu!”

Jazz                : “Ya, aku pun begitu.”

Julie               : “Itu penerbangan tercepat! Usahakan saja agar kalian tidak tertangkap.”

Casey  : “Penerbangan ku sebentar lagi, aku akan segera masuk.”

Julie               : “Semuanya urus diri kalian masing-masing. Jika ada yang tertangkap,
jangan pernah membuka mulut. Atau aku yang akan menutup mulut
kalian.”

Markas NYPD pukul 10:30

Tom                  : “Bagaimana?”

Claire               : “Aku tidak mendapat apa-apa di rumah sakit.”

Dennis : “Ini pengalihan, kita terlambat beberapa langkah.”

Nicole               : “Ya, mungkin mereka sudah pergi meninggalkan kota ini.”

Jill                     : “Bagaimana dengan Jason?”

Tom                  : “Dia terus bungkam..”

Dennis : “Bawa dia kemari.”

Jason Blake pun dibawa oleh Tom masuk ke ruang interogasi. Wajahnya ketakutan karena dari awal dia sudah diancam untuk jangan membuka mulut oleh Julie.

Dimas                : “Siapa saja komplotanmu?”

Jason                : ” Aku tidak akan memberi tau apapun, lagi pula… aku akan mati.”

Tom                   : ”Ayolah, kami tidak memiliki waktu untuk lelucon ini Jason.”

Nicole                : ”Mereka memakai trik yang sama dengan caramu kabur kan, apa itu benar?”

Jason                : ”(terbelak) M-mana mungkin… Julie orang pintar!”

Dennis              : ”Ya, tidak seperti kau, Jason. Julie itu bosnya.”

Tom                   : ”Sekarang kita harus pergi ke bandara terdekat dari rumah sakit kediaman Baker itu.”

Jason                : ”(tertunduk lemas)

Claire                : ”Baik. Kami akan pergi dengan tim.” (berlari keluar ruangan)

Jill                      : ”(berlari keluar mengikuti Claire)

Jason                : “Ok, ok. Akan kuceritakan semuanya. Sebenarnya… Samuel menyamar masuk kedalam komplotan kami. Awalnya aku tidak curiga. Tapi lama kelamaan tingkah lakunya jadi aneh. Dan akhirnya aku tau bahwa dia bekerja sama dengan seorang agen bernama Lisa Lock yang bernama asli Eli Turner. Mereka berdua mengacaukan jadwal pengiriman narkotika komplotan dengan Josh Baker. Akhirnya salah seorang komplotan ku diperintahkan untuk membunuh Lisa. Tapi untuk urusan penyamaran Sam, hanya aku yang mengetahuinya.”

Tom                   : ”Dimana saja tempat persembunyian mereka?”

Jason                : ”Sebenarnya Black Jack tersebar di setiap negara. Dan bos dari semua komplotan Black jack berada di Eropa. Tapi aku tidak tau tepatnya dimana. Menurutku mereka akan pergi ke sana.”

Tiba-tiba Claire dan Jill datang menghampiri mereka.

Jill                      : ”Mereka sudah pergi. Kita terlambat!”

Tom                   : ”Tidak usah khawatir, Jason mau bekerjasama dengan kita, kerja bagus Jason!”

Jason                : ”Berhati-hatilah (tersenyum sinis)

Tom                   : ”Terimakasih atas kerjasamanya detektif (bejabat tangan)”

Dennis              : ”Sama-sama. Segeralah terbang ke Eropa dan hancurkan Black Jack!”

Tom                   : ”Baiklah semuanya kita terbang ke Eropa!”